Pertarungan Identitas Parpol Islam

Rabu, 05 Desember 2012


 Dalam peta politik, agama masih menjadi harus diakui bahwa parpol Islam, -sebagaimana umat Islam umumnya-, mengalami apa yang disebut Wertheim sebagai "mayoritas yang bermental minoritas" (Latif, 2005). Kondisi ini lantas menegaskan premis bahwa Islam dituntut mengambil positioning yang jelas, -agar Islam sebagai identitas-, benar-benar tampak. Identitas itu mesti terlihat sebagai "negasi" atau "antitesis" dari partai lain yang bercorak sekuler-nasionalis.
Jalan yang ditempuh untuk meneguhkan identitas keislaman tersebut kebanyakan adalah dengan memperjuangkan formalisasi syariat. Cara ini merupakan jalan instan, dan boleh jadi lebih disebabkan karena momentum pemilu yang lima tahunan, membuat dinamika politik tidak bisa ditebak. Bahkan muncul pola yang cukup sistematis, bahwa perjuangan menegakkan agenda politik syariat Islam kini dijalankan secara sporadis, melalui jalan kebijakan di tingkat kabupaten/kota dan propinsi. Strategi ini cukup efektif, mengingat dalam agenda formalisasi syariat Islam, lawan parpol Islam tersebut bukan hanya partai sekuler nasionalis, melainkan juga parpol Islam-nasionalis.

Sesungguhnya parpol Islam tidak bisa disederhanakan menjadi satu atau dua macam. Apa yang kemudian disebut parpol Islam kian kabur, akibat Islam warna warni yang ada di Indonesia. Parpol Islam tidak selalu beroposisi biner dengan partai lain yang meneguhkan ideologi berbeda secara prinsipil. Hasil pemilu 2009 di mana PKS dan PAN memeroleh suara 7,9 persen dan 6,0 persen menunjukkan bahwa partai Islam yang memiliki identitas keislaman kuat berhasil mengungguli PPP dan PKB yang pada titik tertentu, tidak menggunakan jargon Islam dalam merumuskan program kerja politik. 

Peran Intelektual Muslim 

Parpol Islam yang saat ini memberi nafas baru dalam peta politik nasional, tak bisa dilepaskan dari peran intelektual Islam yang bergumul dalam agenda partai dan agenda kebangsaan. Jajat Burhanudin (2012) menengarai ini sebagai kontinuitas sejarah, di mana agama dan kekuasaan seringkali membangun relasi simbiosis mutualisme (saling menguntungkan). Dalam dunia politik, partai menjadi alat untuk meraih kekuasaan, karena dengan kekuasaan-lah kebijakan sebagai manifestasi perjuangan politik, akan lebih mudah ditegakkan.

Pola perekrutan dalam parpol Islam sendiri banyak mengambil dari mantan aktivis organisasi mahasiswa yang berafiliasi ke dalam Islam, seperti HMI, PMII, IMM, dan KAMMI. Mereka yang telah mendapatkan gemblengan politik sejak mahasiswa ini kemudian menjadi aktor intelektual dari parpol Islam, dengan menjadi pengurus partai atau calon legislatif. "Dualisme" ormas Islam di Indonesia, yang ditemukan dalam NU dan Muhammadiyah, turut memberi warna tersendiri dalam merumuskan platform partai. 

Dua pandangan besar dari ormas ini turut memberi spirit dialektika agenda parpol yang mengatasnamakan Islam. Dan sudah menjadi rahasia umum bahwa alumni HMI dan PMII banyak menyebar ke partai sekuler-nasionalis, seperti di Partai Golkar dan Partai Demokrat. 

Sejauh ini, kalau kita mau menyebut partai Islam yang memperjuangkan agenda keislaman dengan berbeda, hanya Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Orang tak bisa lagi melihat wajah Islam an sich dalam PAN, PPP, dan PKB. Tiga partai yang disebut terakhir ini, oleh masyarakat hanya dianggap sebagai partai Islam yang "simbolik", -nama dan lambangnya berbau Islam. Terutama PKB yang justru mengklaim dirinya bukan partai Islam, namun dikenal sebagai partai Islam karena partai ini dipenuhi oleh tokoh Islam dari dunia pesantren dan mantan aktivis organisasi mahasiswa yang berafiliasi ke Islam. Masyarakat memandang PAN sebagai anak kandung Muhammadiyah, PKB anak kandung NU, dan PPP menjadi partai yang mempertahankan nama warisan Orde Baru yang dikenal keislamannya karena simbol Ka"bah dan barisan kyai yang menyokong partai ini. Sementara PKS muncul secara fenomenal sebagai parpol yang mengusung identitas Islam a la Timur Tengah, yang jauh berbeda dengan PKB dan PPP. Dalam konteks yang demikian, -terkait dengan gagalnya parpol Islam mendulang suara yang signifikan dalam pemilu legislatif-, lebih disebabkan karena tidak ada agenda yang benar-benar berbeda dari partai Islam dibanding partai yang sekuler-nasionalis (Mujani dan kawan-kawan, 2012). Parpol Islam yang ada di Indonesia saat ini masih terjebak pada politik identitas yang akan tampak secara jelas ketika justru menggunakan pilihan bahasa yang islami (berbau Arab). 

Adakah Parpol Islam?

Jika melihat analisis di atas, kiranya patut ditanyakan ulang; adakah partai politik Islam? Pertanyaan ini menjadi menarik karena sepanjang sejarah Indonesia, Islam selalu berdialog dengan kebudayaan dan nilai-nilai Islam. Islam Indonesia lantas menjadi Islam yang khas, yang unik, dan boleh disebut agenda-agenda keislamannya hadir secara tersirat (substantif). Inilah yang turut berimbas pada ideologi, platform, dan agenda-agenda politik dari parpol Islam yang mesti diakui berafiliasi kepada ormas Islam tertentu pula.

Kehadiran parpol Islam dalam lanskap politik Indonesia tidak bisa dijelaskan secara sederhana, akibat banyaknya simpul-simpul yang saling berkait, yang dalam prosesnya mengalami banyak rintangan. Kita akan sulit mendapatkan platform politik Islam yang gamblang manakala parpol tersebut sulit menemukan titik kesamaan yang dapat diterima oleh semua parpol yang mengaku berbasis Islam. Sejarah pergesekan ormas yang "menaungi" parpol Islam tersebut justru menjadi "nilai lebih" yang akan membuat masyarakat mudah melakukan diferensiasi. Artinya, kalau masyarakat mengaku sebagai Islam tradisionalis, pilihan tak akan jauh dari PPP atau PKB. Dan masyarakat yang mengidentifikasi dirinya sebagai Islam modernis, kira-kira akan memilih PAN atau PKS. Kendati banyak juga partai sekuler-nasionalis dipenuhi orang-orang Islam.

Partai Islam mengalami dilema yang berkaitan dengan realitas keislaman di Indonesia yang berdialog erat dengan kebudayaan lokal yang khas Nusantara. Nilai-nilai lokal yang sekian abad tumbuh dan mengakar di masyarakat, tidak mudah untuk direduksi. Hal demikian yang menjadikan parpol Islam yang kukuh memegang simbol-simbol Islam cukup kesulitan melakukan penetrasi politik yang dapat diterima secara massif. Bukan hanya dari parpol sekuler, melainkan juga dari parpol yang memakai label Islam.

Masalah utama dari parpol Islam adalah, sejauh mana institusi politik ini dapat memberi warna tersendiri dalam percaturan politik nasional. Korupsi dan cacat moral kader partai akan mendapat sorotan luas di masyarakat. Akan lebih cantik dan dapat menarik konstituen seandainya parpol Islam ini bersih dari korupsi dan cacat moral. Terkait agenda kebijakan, entah itu lahir dari konsep Islam atau tidak, asalkan membawa kemaslahatan rakyat Indonesia, bukan suatu hal yang patut diperdebatkan. *** 

Penulis adalah Direktur el-Wahid Center, Universitas Wahid Hasyim Semarang




Sumber : Analisa

Mendikbud: 2013, Wajib Belajar 12 Tahun dan Kurikulum Baru Diterapkan


Jakarta, (Analisa). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan mencanangkan "Wajib Belajar 12 Tahun" serta kurikulum baru tahun 2013. Pada tahun 2020, Kemendikbud menargetkan semua warga Indonesia berpendidikan minimal SMA.
"Agenda kita memperluas akses semua anak bangsa dalam dunia pndidikan. Melalui program "Wajib Belajar 9 Tahun", BOS, dan bantuan untuk siswa kurang mampu. Tahun 2013 akan kita mulai program "Wajib Belajar 12 Tahun". Rencananya, tahun 2020 itu APK (Angka Partisipasi Kasar) sekolah menengah 97 persen, sekarang baru 78 persen. Tahun 2020 itu minimal anak-anak kita lulusan SMA atau SMK," kata Mendikbud M Nuh dalam sambutannya di acara "Peringatan Hari Guru Nasional 2012 dan HUT ke-67 PGRI" di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat. Acara ini dihadiri Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono serta Ketua Umum PGRI Sulistyo.

Urusan kualitas, imbuhnya, semua pemangku kepentingan harus bekerja keras. "Ada dua yang perlu diperhatikan, pertama yaitu kurikulum, berisi standar-standar pendidikan, dan kedua adalah guru," imbuhnya.

Kurikulum Baru

Selain mencanangkan Wajib Belajar 12 Tahun pada 2013, Kemendikbud juga mengaplikasikan kurikulum baru. Kurikulum ini sekarang sedang diuji publik.

"Kami sedang persiapkan kurikulum 2013 yang sekarang masuk uji publik. Arah kurikulum 2013 adalah memperkuat kompetensi sisi sikap dan sisi pengetahuan. Kurikulum ini menggunakan scientific approach, mengutamakan kemampuan bertanya dan nalar menjadi proses penting, obyek pengamatannya adalah fenomena alam dan fenomena sosial," kata M Nuh.

Nilai yang ditanamkan dalam kurikulum ini adalah nilai jujur, disiplin, bersih, kecintaan terhadap lingkungan, dan nilai keindonesiaan.

Dalam Kurikulum 2013, papar M Nuh, pola pembelajaran untuk SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) adalah pola tematik interaktif, memberikan ruang tumbuhnya kepenasaran intelektual (intellectual curiousity).

"Ini modal yang sangat penting dalam membangun bangsa kita. Ini akan kita lakukan bertahap. Juga, kami harapkan guru bisa sejahtera juga memiliki profesionalitas tinggi. Anak-anak didik harus membeli masa depan dengan harga sekarang, sehingga tidak perlu membayar mahal dengan harga masa datang. Kompetensi yang kita berikan adalah kompetensi yang sesuai dengan zamannya, harus ada link and match," kata M Nuh.




Sumber : Analisa

IHSG Terpangkas akibat Penjualan Saham oleh Investor Asing


Jakarta, (Analisa). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas 32 poin akibat maraknya aksi jual di saham-saham bank bluechip. Investor asing melepas saham hingga Rp 500 miliar lebih.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.590 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.605 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 25,750 poin (0,60%) ke level 4.276,694 terkena tekanan negatif pasar saham global dan regional. Aksi jual melanda saham-saham unggulan yang kemarin baru saja rebound.

Saham-saham bank kelas berat terkena tekanan jual paling tinggi, apalagi setelah Bank Indonesia (BI) menurunkan target kredit perbankan nasional tahun ini. Indeks pun sama sekali tidak menyentuh zona hijau hari ini.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 30,794 poin (0,72%) ke level 4.271,650 menyusul koreksi tajam yang terjadi di saham-saham bank kelas berat. Saham-saham lapis dua di sektor aneka industri juga ikut menukik tajam.

Indeks sempat jatuh hingga ke posisi terendahnya hari ini di level 4.246,301. Aksi beli jelang penutupan hanya berhasil mengurangi koreksi namun masih gagal mengembalikkan indeks ke zona hijau.

Menutup perdagangan, Selasa (4/12), IHSG terkoreksi 32,792 poin (0,76%) ke level 4.269,652. Sementara Indeks LQ45 terpangkas 8,492 poin (1,16%) ke level 725,177.

Investor banyak melakukan aksi jual dipicu oleh kekhawatiran jurang fiskal di AS yang belum jelas juntrungannya. Tak mau ambil resiko, investor mengamankan portofolionya.

Investor asing melepas saham dengan nilai cukup tinggi hari ini, tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 537,06 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 154.888 kali pada volume 4,471 miliar lembar saham senilai Rp 5,605 triliun. Sebanyak 122 saham naik, sisanya 122 saham turun, dan 87 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional mengakhiri perdagangan hari ini dengan bergerak mixed. Data manufaktur China yang naik jadi sentimen positif akan tetapi investor juga masih mencermati perkembangan ekonomi global.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

Indeks Komposit Shanghai naik 15,38 poin (0,78%) ke level 1.975,14. 

Indeks Hang Seng menguat 32,12 poin (0,15%) ke level 21.799,97. 

Indeks Nikkei 225 melemah 25,72 poin (0,27%) ke level 9.432,46. 

Indeks Straits Times turun 4,74 poin (0,15%) ke level 3.061,00. 

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Merck (MERK) naik Rp 3.000 ke Rp 150.000, Supreme Cable (SCCO) naik Rp 575 ke Rp 4.600, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 18.350, dan XL Axiata (EXCL) naik Rp 300 ke Rp 5.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain BCA (BBCA) turun Rp 750 ke Rp 8.750, Lion Metal (LION) turun Rp 600 ke Rp 10.400, Mayora (MYOR) turun Rp 400 ke Rp 20.500, dan Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 300 ke Rp 8.150.(dtc)





Sumber : Analisa

BIDADARI-BIDADARI SURGA


Besok Premiere
Kehidupan Laisa dan keluarganya di Lembah Lahambay tidaklah mudah. Sebagai anak tertua dari lima bersaudara, Laisa harus merawat ibu dan adik-adiknya, Dalimunte, Ikanuri, Wibisana, dan Yashinta. Mereka semua bekerja keras, mulai dari menyadap karet di hutan, mengambil kayu, menganyam topi pesanan dan masih banyak lagi 
Dengan keadaan seadanya dan fisik yang tak terlalu sempurna, Laisa membawa perubahan bagi keluarganya dan warga kampungnya. Laisa merubah ladang mereka menjadi perkebunan strawberry yang berkembang pesat. Ketika Dalimunthe harus menikah melangkahi Laisa, Dalimunthe merasa sangat bersalah. Dalimunthe dan semua orang sibuk menjodohkan Laisa tanpa memikirkan perasaan Laisa yang sakit setiap kali perjodohan itu gagal
Tapi Dharma berbeda, salah satu teman Dalimunthe yang membuat perasaan Laisa tak karuan, tapi kenyataannya Dharma masih beristri. Istri Dharma yang tidak bisa memberikan keturunan merelakan Dharma untuk menikah lagi. Laisa merasa dibohongi. Dharma minta maaf bila dia telah menyakiti hati Laisa. Hari pernikahan pun mulai disiapkan. Tapi menjelang hari bahagia itu tiba, Dharma mendapat kabar bahwa istrinya hamil. Kabar yang membahagiakan bagi Dharma tapi meruntuhkan semua harapan Laisa. Laisa kembali menyibukkan diri di perkebunannya, berusaha tampil seperti tak ada apa-apa 
Tapi seolah nasib tak pernah berhenti mempermainkan Laisa. Sakit yang selama ini dirasa Laisa adalah kanker paru-paru. Apa yang akan terjadi pada Laisa? Apakah Laisa dapat melewati semua cobaan yang ia hadapi?




Sumber : Analisa

Movie Review : PASUKAN KAPITEN


Besok Premiere
Yuma tidak pernah berani menghadapi segerombolan anak yang selalu menindasnya, Omar dan kawan-kawan. Ia selalu berusaha lari dan bersembunyi dari mereka, hingga suatu hari Yuma berkenalan dengan seorang veteran yang penyendiri bernama Sudirman. Yuma meminta Sudirman mengajarinya cara untuk melawan para penindasnya. Melalui persahabatan mereka, Yuma dan Sudirman belajar untuk menghadapi ketakutan mereka masing-masing, Yuma belajar untuk berani menghadapi penindasnya dan Sudirman belajar untuk berani menghadapi ketakutan terbesarnya, masa lalunya





Sumber : Analisa

Dssp Power Raih Pinjaman 318 Juta Dolar


Jakarta, (Analisa). PT DSSP Power Sumsel (DSSP) selaku anak usaha PT Sinar Mas Energy and Infrastructure (DSS), meraih pinjaman senilai 318 juta dolar AS dari China Development Bank (CDB).
Pinjaman ini akan digunakan untuk pembangunan listrik mulut tambang berkapasitas 2x150 Mega Watt (MW) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

"Dana sebesar 318 juta dolar AS akan digunakan untuk membeli mesin dan peralatan dari China National Electric Engineering Co. Ltd," kata Director & Corporate Secretary DSS, Hermawan Tarjono, pada acara penandatanganan kesepakatan pinjaman dari CDB di Jakarta, Selasa.

Menurutnya nilai investasi keseluruhan proyek pembangunan listrik mulut tambang berkapasitas 2x150 MW mencapai lebih dari 400 juta dolar AS dan akan beroperasi pada 2015.

Proyek pembangunan listrik mulut tambang berkapasitas 2x150 MW itu, menurut Hermawan, merupakan bentuk dukungan sektor industri kepada pemerintah. Proyek ini untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di penjuru nusantara dan tertuang dalam rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) 2010-2019. 

"Proyek di Sumatera Selatan ini merupakan proyek Independent Power Producer (IPP) pertama milik DSS yang akan memasok kebutuhan listrik PLN melalui skema "build, own, operate and transfer" (BOOT) selama 25 tahun berdasarkan perjanjian jual beli tenaga listrik yang ditandatangani pada 3 November 2011," paparnya.

DSS, lanjut Hermawan, sebagai perusahaan induk DSSP pada tahun lalu berhasil mencatatkan perolehan pendapatan sebesar 591 juta dolar AS, meningkat 62 persen dibandingkan 2010.

"Proyek ini menjadi awal komitmen kami dalam pemenuhan kebutuhan energi listrik nasional yang terus bertambah seiring dinamika perekonomian dan sosial yang semakin meningkat," ujarnya.

Sedangkan Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto, menyebutkan bahwa sejak 2006, jumlah komitmen pendanaan CDB di Indonesia mencapai 6 miliar dolar AS dan 2,2 miliar dolar AS sudah terealisasi.

"Kesepakatan dengan CDB semakin memperkuat hubungan yang telah berlangsung dan sejalan dengan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan mendukung program hilirisasi industri nasional," tandasnya.

Tarif Listrik RI Lebih Murah

PT PLN (Persero) menyatakan, tarif listrik di Indonesia merupakan yang paling murah di Asia Tenggara. Saat ini subsidi yang diberikan pemerintah untuk tiap kwh listrik mencapai Rp 510.

Direktur Utama PLN Nur Pamudji dalam Live Chat bersama detikForum mengatakan, tarif listrik untuk rumah tangga di Indonesia mencapai 7 sen dolar, di Thailand 9 sen dolar, di Malaysia 11 sen dolar, dan di Filipina 11,7 sen dolar.

"Biaya rata-rata PLN Rp 1.240/kwh, biaya di Jawa sekitar Rp 1.200, biaya di luar Jawa bervariasi, tergantung lokasinya. Cash flow PLN positif karena ada subsidi," ujar Nur dalam Live Chat yang dilakukan di kantor detikcom, Jakarta, Selasa (4/12).

Nur mengatakan, sebanyak 73% dari biaya listrik adalah biaya bahan bakar, kalau untuk biaya pegawai hanya 8,3%. "Jadi kalau pun semua pegawai PLN tidak digaji, penurunan costnya tidak sampai membuat tarif listrik tak perlu naik," jelas Nur.

Nur yang juga mantan Direktur Energi Primer PLN zaman Dahlan Iskan mengatakan, sampai tahun ini 50% energi pembangkit listrik PLN berasal dari batubara, 17% dari minyak, 23% dari gas, 5% dari panas bumi, dan 7% dari tenaga air.

"Biaya membangkitkan listrik Rp 1.240 per kwh, dijual ke masyarakat Rp 730 per kwh, jadi untuk setiap kwh ada subsidi Rp 510," ungkap Nur.

Soal anggapan masyarakat yang menganggap saat ini PLN monopoli listrik, Nur juga menjawab. Dikatakan Nur, swasta boleh masuk untuk berbisnis listrik di daerah manapun. "Tapi sejauh ini, swasta maunya cuma bikin pemangkit listrik. Kalau harus menjual sampai ke rumah-rumah mana tahan. Cuma PLN yang jualan energi sampai ke rumah-rumah, swasta belum ada yang mau," papar Nur.

PLN saat ini juga tengah aktif membangun pembangkit tenaga matahari di daerah terpencil. Ini dilakukan karena di daerah terpencil sulit mendapatkan BBM, sehingga baru bisa tenaga matahari yang kapasitasnya terbatas karena mahalnya investasi untuk listrik tenaga matahari.




Sumber : Analisa

Babak Baru Perjuangan Palestina


Perjuangan Palestina menuju Negara berdaulat (penuh) memasuki babak baru. Pengakuan PBB atas status keanggotaan Palestina yang sebelumnya hanya sebagai entitas pemantau yang diwakili oleh PLO—organisasi perjuangan bentukkan mendiang Yaser Arafat menjadi Negara pemantau non-anggota merupakan langkah maju.
Seperti yang diberitakan oleh Okezone.com (30/11/2012), negara-negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menerima status peningkatan keanggotaan Palestina. Sebelumnya, status Palestina di PBB hanyalah entitas pemantau yang diwakili oleh PLO. Palestina meraih lebih dari dua pertiga suara dari 193 anggota PBB. 138 negara mendukung proposal keanggotaan Palestina, sembilan lainnya menolak sementara 41 negara memutuskan untuk abstain. 

Dengan status sebagai Negara pemantau non-anggota semakin membuka ruang Palestina untuk mengintensifkan perjuangan menuju merdeka. Karena dengan status tersebut Palestina memiliki hak suara di lembaga PBB, bisa terlibat dalam perjanjian-perjanjian internasional, dan punya peluang untuk bergabung dalam lembaga-lembaga PBB. Palestina juga bisa menggugat kejahatan perang yang dilakukan Israel di Mahkamah Pidana Internasional (ICC). Singkatnya, dengan status Negara pemantau non-anggota, jalan Palestina menuju Negara berdaulat (penuh) kian terbuka lebar.

Sekali Lagi Lobi

Keberhasilan Presiden Mahmoud Abbas dalam meningkatkan status Palestina ini tak terlepas dari keseriusan Mahmoud membangun lobi (diplomasi). Karena kemerdekaan Palestina susah terwujud tanpa diperjuangkan melalui jalur lobi. Dan Mahmoud Abbas menyadari betul hal ini, sehingga jalan diplomasi kian diintensifkan.

Namun, kekuatan diplomasi Palestina sebetulnya belum berjalan efektif. Karena dalam internal Palestina masih terjadi polarisasi perjuangan yang tajam antara faksinya Abbas (Fatah) dengan faksi Hamas. 

Bayangkan kalau dua kubu yang selalu berseberangan secara diametral ini duduk satu meja dan secara sungguh-sungguh berdialog menyatukan persepsi perjuangan menuju Palestina merdeka, maka bisa dipastikan akan memiliki rembesan dan daya dorong psikologis yang besar dalam jalur diplomasi.

Dan disinilah sesungguhnya kekuatan Israel, pada jalur lobi (diplomasi). Kuatnya lobi Israel terhadap Amerika Serikat (AS) membuat negera "Abang Sam" tersebut menyokong penuh invasi Israel atas Palestina. Sehingga tak heran kalau AS berang dengan hasil pemilihan anggota PBB yang berujung pada peningkatan status Palestina. "Resolusi yang kontraproduktif yang terjadi hari ini memberikan halangan baru atas upaya perdamaian," ujar Duta Besar AS untuk PBB Susan Rice, seperti dikutip Associated Press, Kamis sore waktu AS atau Jumat (30/11/2012) waktu Indonesia, (Okezone.com, 30/11).

Untuk itu menjadi keharusan bagi seluruh faksi perjuangan di Palestina terutama Hamas dan Fatah untuk menyatukan visi dan persepsi perjuangan menuju Palestina merdeka. Hasil konstruktif ini mestinya menjadi pelajaran berharga bagi Fatah dan Hamas untuk membangun rekonsiliasi perjuangan. Kalau dua kubu utama ini bisa mewujudkan rekonsiliasi maka diplomasi di level internasional makin solid.

Sikap Turki

Sikap Turki yang mendukung penuh perjuangan Palestina menuju Negara berdaulat juga menjadi point penting dan sangat menentukan. Mengingat Turki bersama Mesir dan Yordania sebelumnya merupakan sekutu utama Israel di Timur Tengah. Namun belakangan, ketiga Negara tersebut mulai tidak suka watak arogan Israel. Namun, hingga hari ini baru Turki yang secara serius membangun dukungan untuk kemerdekaan Palestina. Kita berharap kemenangan Mursi menjadi presiden Mesir membawa perubahan positif dalam perjuangan Palestina.

Oleh karena itu, menjadi tugas mendesak dari pelbagai faksi perjuangan Palestina untuk membangun consensus dan konsolidasi dengan negara-negara di Timur Tengah terutama dengan tiga negara tersebut diatas yang notabene memiliki peran strategis dalam percaturan politik di Timur Tengah. Langkah ini sangat urgen, karena ketika negara-negara di Timur Tengah sudah terkonsolidasi secara baik dalam mendukung kemerdekaan Palestina, maka akan melempangkan jalur lobi/diplomasi di level internasional.

Karena perkembangan konflik Palestina-Israel di dunia internasional sudah mengalami pergeseran. Dimana banyak negara yang sebelumnya tak mendukung, sekarang sudah mengubah persepsinya dan mendukung perjuangan Palestina menuju negara berdaulat. Bahkan negara-negara "raksasa" di Eropa yang sebelumnya banyak mendukung invasi Israel, sekarang mulai simpatik dan mendukung perjuangan Palestina. Dan semua ini terjadi berkat gencarnya lobi yang dilakukan oleh pemerintahan Fatah.

Sementara peta dukungan internasional untuk Israel kian menipis, bahkan hanya sekutu abadinya saja (AS) yang masih setia mendukung Isreal saat ini. Ini merupakan penanda bahwa perjuangan Palestina menuju merdeka direstui oleh mayoritas bangsa penghuni kolong langit ini. Tinggal bagaimana Palestina memanfaatkan momentum ini untuk mengintensifkan diplomasi di tingkat internasional guna menyakinkan negara-negara anggota PBB untuk menekan Israel dan Amerika.

Sekali lagi, lobi akan kurang memiliki daya dorong psikologisnya, ketika Hamas dan Fatah masih berjalan sendiri-sendiri. Untuk itu, rekonsiliasi merupakan langkah mutlak dan rasional untuk dilakukan. Bayangkan, ditengah polarisasi yang tajam atara faksi Hamas dan Fatah, Mahmoud Abbas dari Fatah sukses melakukan diplomasi di level internasional, apalagi kalau kedua kubu utama ini bersinergi.

Keberhasilan Palestina menjadi negara pemantau non-anggota di PBB adalah babak baru yang melempangkan jalan Palestina menuju negara berdaulat (penuh). Untuk itu, kerja mendesak dari semua faksi perjuangan di Palestina saat ini adalah membangun rekonsiliasi dan konsolidasi.***

Penulis adalah Analis Sosial dan Politik/berdomisili di Aceh




Sumber : Analisa

MRT Jakarta Dibangun dengan Utang Jepang


Jakarta, (Analisa). Menteri Perhubungan EE Mangindaan menyatakan beberapa proyek besar memang harus menggunakan dana pinjaman dari asing. Proyek-proyek yang mendapat dana talangan asing itu ialah proyek yang dikatagorikan mendesak dan harus segera dibangun, salah satunya proyek Mass Rapid Transit (MRT).
"Kalau mendesak, pemerintah bisa memutuskan iya (pakai loan), tapi kalau tidak begitu mendesak kita juga berusaha untuk tidak melakukan pinjaman-pinjaman dari luar. Itu policy pemerintah," ungkap Mangindaan saat ditemui seusai Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Gedung DPR, Selasa (4/12).

Dia mengatakan, proyek Mass Rapid Transit (MRT) ini dikategorikan mendesak, mengingat kondisi lalu lintas DKI Jakarta saar ini yang semakin semrawut. 

Diharapkan, dengan dioperasikannya proyek ini nanti, kondisi seperi ini dapat diminimalisir.

"Yang ini (MRT) termasuk mendesak, karena anti kemacetan. Makanya perlu dikaji betul-betul jangan sampai salah," jelasnya.

Kendati demikian, Mangindaan menjelaskan, pemerintah akan berusaha mengurangi utang-utang dan pinjaman luar negeri dalam membangun sebuah proyek.

"Kepentingannya apa, yang pakai loan dan sebagainya juga kita berusaha mengeliminir," tandasnya.

Dihimpun dari berbagai sumber, selama ini payung hukum soal proyek MRT antara lain Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2008 tentang Pendirian PT MRT Jakarta dan Perda Nomor 4 Tahun 2008 tentang Penyertaan Modal ke PT MRT Jakarta. Dalam aturan itu operator MRT adalah PT MRT Jakarta yang berfungsi sebagai pihak yang membangun, mengoperasikan, dan memelihara MRT.

Selain itu ada Perda No.4 Tahun 2008 mengatur penggunaan permodalan yang dipinjamkan JICA, yaitu menerima setoran modal dari Pemprov DKI sebesar 58% dari total pinjaman dari JICA, dan pinjaman pemerintah pusat 42% dari total pinjaman yang diteruskan ke Pemprov DKI lalu oleh Pemprov DKI ke PT MRT.

Total dana yang dibutuhkan untuk proyek MRT tahap I sebesar Rp 15 triliun. Dana pinjaman itu harus dikembalikan dengan bunga 0,2% dan 0,4% dengan jangka waktu pengembalian 30 tahun plus 10 tahun.

Jaringan MRT Jakarta ada dua, antara lain koridor satu Lebak Bulus hingga Kampung Bandan. Koridor dua dengan jalur Timur ke Barat, mulai dari Balaraja hingga Cikarang.

Proyek MRT tahap I antara lain Lebak Bulus-Bundaran HI diantaranya sebanyak tujuh stasiun berada di permukaan tanah yakni Lebakbulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja. Sisanya, enam stasiun di bawah tanah atau subway terletak di Masjid Al-Azhar, Istora Senayan, Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran HI




Sumber : Analisa

30 bandara di papua didarati Twin Otter

Jayapura (ANTARA News) - Dari 300-an lebih bandara atau lapangan terbang baik yang besar dan kecil yang ada di Papua 30 diantaranya atau hanya 10 persen yang bisa didarati dengan pesawat jenis Twin Otter, kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua, Bambang Sismanto di Jayapura, Rabu.
Menurut dia, kebanyakan lapangan terbang tersebut tersebar di daerah pedalaman Papua yang masih perlu dilakukan peningkatan pembangunanya karena rata-rata belum diaspal. "Sedangkan lainnya itu masih berupa lapangan terbang rumput/tanah yang hanya bisa didarati dengan pesawat kecil seperti Pilatus dan lain-lain," katanya.

Terkait lapangan terbang Sinak di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Sismanto, sampaikan bahwa hingga saat ini masih dalam tahap pembangunan dengan dukungan dana dari APBN. "Dan secara bertahap dibangun yaitu mulai dari penyiapan lahannya, diteruskan dengan konstruksi pengaspalannya, jadi tetap berjalan tapi secara bertahap," katanya.

Sedangkan bandara Frans Kaisepo di Kabupaten Biak, yang diharapkan jalur penerbangan internasionalnya dihidupkan kembali, Sismanto jelaskan bahwa bandara tersebut masih berstatus bandara Internasional. Sama seperti bandara Sentani, di Kabupaten Jayapura, Bandar Moses Kilangin di Kabuapten Mimika dan Bandar Mopah di Kabupaten Merauke. 

"Dan itu status bandara internasional tapi tergantung dari "demannya" atau permintaan ke luar negeri itu tergantung dari pesawat yang melayani. Atau itu tergantung dari permintaannya jadi yang penting sekarang pemerintah Kabupaten Biak harus kembangkan pariwisata, nah dari situ turis bisa langsung ke Biak," katanya.







Sumber : Analisa

Hari Ini Ratusan Ribu Buruh Akan Demo Besar-besaran


Medan, (Analisa). Ratusan ribu buruh di Medan kecewa dengan sikap Walikota Medan H Rahudman Harahap yang dinilai arogan dan keras kepala. Pasalnya, upah minimum kota (UMK) Kota Medan yang dijanjikan bakal direvisi dan mengalami kenaikan ternyata bohong belaka. Ironisnya, Pemko Medan tetap bersikukuh UMK Kota Medan Rp1,46 juta.
Sikap ini ditentang kalangan aktivis buruh. Bahkan seratusan ribu buruh merencanakan kembali berdemo ke kantor walikota Medan, Rabu (5/12) hari ini. 

Demikian disampaikan Perwakilan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sumatera Utara, Minggu Saragih kepada Analisa, Selasa (4/12). 

Dia menegaskan, dirinya bersama Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Provinsi Sumatera Utara 13 November lalu melakukan aksi demo ke kantor walikota Medan dan diterima Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin. Pertemuan itu memutuskan UMK bakal direvisi. Ternyata, janji tersebut tidak ditepati dengan keluarnya statemen walikota Medan yang menyatakan UMK tetap Rp1,46 juta, Senin (3/12). 

"Kami sangat menyesalkan sikap walikota Medan yang tetap bersihkukuh tidak menaikkan UMK. Ini sebuah pembohongan kepada ratusan ribu buruh di kota Medan. Selain itu, walikota Medan tidak memiliki itikad baik dan tidak menggunakan hak preogratifnya untuk menaikkan upah buruh," kata Minggu Saragih. 

Padahal, lanjutnya, pemerintah pusat melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyampaikan, upah murah sudah usai, saatnya upah layak dan sesuai tahun ini. "Yang herannya kenapa Gubernur DKI Jakarta, Jokowi mampu menetapkan upah di Jakarta, Rp2,2 juta, karena Jokowi akan membersihkan aparat-aparat di pemerintahannya dari pungli-pungli dan birokrasi serta akan menekan biaya-biaya korupsi yang dilakukan pengusaha. Tapi kenapa di Medan tidak menaikkan upah," katanya. 

Menurut Minggu Saragih, sikap ini bukti di Pemko Medan diduga menjadi ajang "kumpulan pelaku korupsi" dan walikota tidak bisa membersihkan aparaturnya dari pungli tersebut," katanya. 

Dia menambahkan, MPBI menolak tegas UMK kota Medan Rp1,46 juta dan rencananya akan menggelar demo besar-besaran yang diikuti hampir 100 ribu buruh besok (hari ini-red). "Kami aktivis buruh akan bergabung semua, khususnya yang berdemo-demo kemarin. Arahnya, kami akan berdemo ke Kantor Walikota dan kantor Gubernur. Malam ini kami rapat finalisasi persiapan," kata Minggu Saragih. 

Hal senada juga disampaikan Gimin dari SPSI LEM Medan. Dia menyesalkan sikap walikota Medan yang tidak merespon aspirasi buruh yang tergabung dalam MPBI yang telah berdemo 13 November lalu. 

"Kami sangat menyesalkan tindakan walikota Medan yang tidak merespon tuntutan MPBI, padahal kami sudah bertemu wakil walikota Medan, Dzulmi Eldin dan menyatakan akan merevisi UMK di atas Rp1,46 juta, tapi walikota tidak punya itidak baik sehingga tetap disahkan juga. Untuk itu, rencananya kami akan berdemo menuntut kenaikan UMK kembali," katanya. 

Gimin mengaku jika walikota tidak mengeluarkan statement dan menunggu keputusan dari gubernur buruh tetap akan menunggu, tapi ternyata walikota sudah punya sikap sehingga buruhkan akan berdemo besar-besaran.

Amankan 20 Lokasi

Polda Sumut fokus mengamankan 20 lokasi yang akan didatangi massa buruh saat berunjuk rasa guna menuntut kenaikan upah minimum provinsi/upah minimum kota (UMP/UMK), Rabu (5/12) hari ini.

"Ke-20 lokasi itu, di antaranya kantor DPRD Sumut, bundaran Majestik, Bandara Polonia, Lapangan Merdeka Medan, kantor Gubsu, kantor Disnakertrans Sumut dan lain-lain," jelas Kasubbid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Selasa (4/12).

Guna mendukung kesiapan penjagaan lokasi, sebut Nainggolan, dikerahkan 4.554 personil Polri didukung TNI dengan rincian satuan tugas Polda Sumut 819 orang, satuan tugas kewilayahan 3.525 personil dan satuan cadangan 210 personil.

Berdasarkan data (laporan-red) diterima kepolisian, sambungnya, massa yang berunjuk rasa terdiri dari MPBI dengan 11 elemen dan Dewan Buruh Sumatera Utara delapan elemen. "Dalam melaksanakan tugas pengamanan (Pam) Polda Sumut akan memberikan pelayanan dan pengamanan, bukan menganggap sebagai musuh," kata Nainggolan.

Kendati demikian, Nainggolan berharap para pengunjuk rasa melakukan aksi dengan damai demi keamanan dan keselamatan bersama. Jika terjadi pelanggaran hukum, akan ditindak sesuai ketentuan berlaku. Jangan anarki dan melanggar HAM, jangan membawa senjata tajam, senjata api, bom molotov atau alat lain yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Diimbau juga, kepada pendemo untuk tidak melakukan perbuatan yang dapat mengganggu kepentingan umum, merusak fasilitas umum dan membakar ban di jalan. "Bila para pengunjuk rasa melakukan tindakan tidak sesuai ketentuan atau melanggar hukum, polisi akan bertindak tegas," tegas Nainggolan.



Sumber : Analisa